Semut bisa dikatakan hanya mahkluk kecil yang tidak berarti. Namun, jika kita perhatikan komunitas hidup semut, ada banyak hal yang dapat kita pelajari. Firman Tuhan mengajarkan pada kita untuk belajar dari kerajinan semut (Ams 6:6). Ada hal menarik ketika kita belajar dari cara hidup komunitas semut.

Semut tidak memiliki banyak kemampuan khusus dalam dirinya jika dibandingkan dengan serangga lain yang bisa terbang, berada di air, dsb. Namun semut memiliki kemampuan unik untuk menemukan ’sumber kelimpahan’ dan membawanya pulang ke lumbung persediaan untuk dinikmati bersama-sama.

Ada 2 hal yang dapat kita pelajari untuk membangun komunitas yang berkelimpahan di komsel kita masing-masing. Pertama, semut memiliki kemampuan untuk berfokus pada apa yang dapat mereka lakukan, yaitu berkeliling dengan penciuman yang tajam untuk mencari makanan lalu mengikuti jejak mereka. Seringkali kita ingin melakukan banyak hal tetapi tidak berjalan sesuai dengan kekuatan yang dikaruniakan Tuhan kepada kita. Sebaliknya, kita tertekan dengan apa yang tidak dapat kita lakukan. Doronglah diri sendiri dan orang lain dalam komsel untuk berfokus pada apa yang dapat dilakukan yaitu karunia yang Tuhan sediakan bagi kita.

Kedua, semut hidup dalam semangat kebersamaan untuk mengumpulkan sesuatu sampai berkelimpahan. Lihat, begitu seekor semut menemukan sumber makanan, maka dengan segera semut yang lain datang dan membentuk barisan yang mengikutinya. Semut jarang menikmati langsung hasil yang mereka dapatkan. Sebaliknya, ia kembali ke dalam lumbung dan memberi petunjuk kepada semut yang lain untuk menyimpan dan menikmati makanan itu bersama-sama. Betapa mulianya kualitas karakter semut. Tidak ada yang terlihat ingin menjadi pahlawan, ketika menemukan sumber kelimpahan. Mereka setia kembali ke lumbung untuk meninyimpan dan memberi petunjuk kepada semut yang lain untuk turut menikmati hal yang sama. Komsel kita akan mengalami berkat Tuhan yang berkelimpahan, jika kita saling menguatkan untuk hidup sesuai fokus dan kekuatan yang diberikan Tuhan. Kita saling mementor untuk menemukan jalan yang tepat, berbagi informasi, jaringan dan sumber daya yang ada dan tidak menyimpan kelimpahan untuk diri sendiri. Tuhan pasti menyisakan semut di kapal Nuh untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.

Sumber